Njajan.com - Memotong bawang adalah pekerjaan sederhana yang hampir selalu muncul dalam kegiatan memasak sehari-hari. Namun, ada satu hal yang membuat sebagian orang enggan melakukannya: mata terasa perih, hidung ikut terasa menyengat, lalu air mata mengalir tanpa bisa ditahan.
Bukan karena sedang sedih, tentu saja. Bawang memang memiliki mekanisme pertahanan alami. Ketika jaringan bawang rusak akibat pisau, sejumlah senyawa di dalamnya bereaksi dan menghasilkan zat iritan yang mudah menguap. Senyawa ini dikenal sebagai syn-propanethial-S-oxide atau lachrymator. Ketika mencapai permukaan mata, zat tersebut mengiritasi saraf sehingga kelenjar air mata bekerja untuk membilasnya.
Kabar baiknya, menangis saat memotong bawang bukan sesuatu yang harus selalu terjadi. Ada beberapa teknik sederhana yang dapat mengurangi jumlah senyawa iritan yang mencapai mata. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa cara menggunakan pisau dan kecepatan memotong juga berpengaruh terhadap jumlah percikan dan cairan bawang yang terlempar ke udara.
Baca juga: 70 Rahasia Tips dan Trik Masak Enak yang Jarang Diketahui
10 Cara agar Tidak Menangis Saat Memotong Bawang
1. Dinginkan Bawang Sebelum Dipotong
Ini adalah salah satu cara paling mudah untuk dicoba. Masukkan bawang utuh ke dalam kulkas sekitar 30 menit sebelum digunakan.
Suhu yang lebih rendah dapat memperlambat reaksi kimia dan mengurangi penguapan senyawa iritan dari bawang. University of Nebraska juga mengutip rekomendasi National Onion Association untuk mendinginkan bawang sekitar 30 menit sebelum dipotong.
Bawang tidak perlu dibekukan sampai keras. Cukup dinginkan hingga terasa sejuk. Setelah itu, segera kupas dan potong.
Tips: Jangan menjadikan kulkas sebagai tempat penyimpanan bawang dalam jangka panjang. Untuk penyimpanan sehari-hari, bawang utuh lebih baik berada di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik.
2. Gunakan Pisau yang Benar-Benar Tajam
Pisau tumpul justru bisa membuat aktivitas memotong bawang semakin menyiksa.
Pisau yang tajam dapat memotong jaringan bawang dengan lebih bersih sehingga kerusakan sel menjadi lebih sedikit. Semakin banyak sel yang hancur, semakin banyak pula reaksi kimia yang dapat menghasilkan senyawa pemicu air mata.
Penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2025 juga menemukan bahwa penggunaan pisau yang lebih tajam dan teknik memotong yang lebih perlahan dapat mengurangi jumlah tetesan pemicu air mata yang terlempar ke udara.
Jadi, jangan buru-buru. Pisau tajam + gerakan terkontrol adalah kombinasi yang lebih masuk akal.
3. Sisakan Bagian Akar Sampai Tahap Terakhir
Saat menyiapkan bawang, jangan langsung memotong bagian akar.
Rekomendasi dari National Onion Association yang dikutip University of Nebraska menyarankan agar bagian akar tetap utuh selama proses awal pemotongan.
Caranya, potong bagian atas bawang terlebih dahulu, kupas kulit luarnya, belah bawang, kemudian lakukan pengirisan dengan bagian akar tetap menjadi pegangan. Potong bagian akar ketika hampir seluruh pekerjaan selesai.
Metode ini bukan jaminan 100 persen bebas air mata, tetapi dapat membantu mengurangi paparan iritan.
4. Nyalakan Exhaust Fan atau Kipas
Kalau dapur memiliki exhaust fan, manfaatkan saat memotong bawang.
Tujuannya sederhana: mengarahkan atau membuang udara yang mengandung senyawa iritan agar tidak langsung menuju mata.
Kipas juga bisa digunakan, tetapi arahkan aliran udara menjauh dari wajah, bukan meniup langsung ke bawang secara sembarangan. Ventilasi yang baik termasuk salah satu metode yang direkomendasikan untuk mengurangi paparan senyawa penyebab mata perih.
5. Gunakan Goggles yang Menutup Area Mata
Kalau Anda termasuk orang yang sangat sensitif terhadap bawang, metode ini mungkin terlihat konyol, tetapi justru termasuk yang paling efektif.
Goggles bekerja secara mekanis: bukan mengubah bawangnya, melainkan mencegah senyawa iritan mencapai permukaan mata.
Dalam pengujian ABC, goggles menjadi salah satu metode yang paling unggul untuk mengurangi air mata saat memotong bawang.
Tidak harus memakai goggles renang jika terasa berlebihan. Yang penting, pelindung mata memiliki penutup yang cukup rapat di sekitar mata.
6. Potong Bawang dengan Gerakan Perlahan dan Teratur
Kecepatan bukan selalu teman ketika memotong bawang.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teknik pemotongan yang lebih hati-hati dengan pisau tajam dapat mengurangi jumlah droplet yang dilepaskan ke udara.
Daripada mencincang bawang dengan gerakan kasar dan cepat, gunakan gerakan yang stabil. Selain membantu mengurangi iritan, teknik ini juga jauh lebih aman karena tangan memiliki kontrol lebih baik terhadap pisau.
7. Potong Bawang di Dekat Sumber Aliran Udara
Jika tidak memiliki exhaust fan, posisikan talenan di area dapur yang memiliki sirkulasi udara.
Jendela yang terbuka dapat membantu, begitu juga kipas yang diarahkan untuk membawa udara dari area talenan menuju luar ruangan. Prinsipnya adalah membuat senyawa volatil dari bawang tidak berkumpul tepat di sekitar wajah.
Namun, jangan sampai aliran udara membuat kulit bawang atau potongan bawang beterbangan ke mana-mana.
8. Coba Merendam Bawang dalam Air
Air dapat membantu melarutkan sebagian senyawa yang berada pada permukaan bawang dan mengurangi jumlah zat iritan yang terlepas ke udara.
Central Customs Laboratory Jepang mencantumkan merendam bawang dalam air sebagai salah satu cara yang dapat membantu mengurangi efek pemicu air mata. Bawang dapat dibelah terlebih dahulu agar air lebih mudah bersentuhan dengan permukaannya.
Namun, ada konsekuensinya. Merendam bawang dapat memengaruhi tekstur dan membuat sebagian cita rasanya ikut berubah. Karena itu, metode ini lebih cocok untuk kebutuhan tertentu daripada menjadi pilihan utama setiap kali memasak.
9. Jauhkan Wajah dari Talenan
Posisi kepala juga punya pengaruh.
Semakin dekat mata dengan talenan, semakin mudah senyawa volatil dari bawang mencapai mata. Karena itu, usahakan kepala tidak tepat berada di atas bawang ketika mengiris.
Berdirilah dengan posisi nyaman dan biarkan tangan bekerja sedikit lebih jauh dari wajah. Cara ini memang terdengar sederhana, tetapi dapat menjadi tambahan yang berguna jika digabungkan dengan bawang dingin dan pisau tajam.
10. Pilih Jenis Bawang yang Lebih Ringan
Tidak semua bawang memiliki tingkat kepedasan dan potensi membuat mata berair yang sama.
University of Nebraska menyebut bahwa bawang manis (sweet onion) dapat menjadi pilihan jika cocok dengan resep karena jenis tersebut cenderung lebih kecil kemungkinannya membuat seseorang menangis dibandingkan bawang yang lebih tajam.
Pilihan ini tentu bergantung pada masakan. Untuk sambal, tumisan, sup, atau masakan tertentu, karakter bawang yang lebih kuat justru mungkin diperlukan.
Mengapa Memotong Bawang Bisa Membuat Kita Menangis?
Fenomena ini sebenarnya merupakan reaksi pertahanan alami bawang.
Ketika pisau memotong jaringan bawang, kompartemen sel yang sebelumnya terpisah menjadi rusak. Enzim dan senyawa sulfur kemudian bertemu dan memicu rangkaian reaksi kimia yang menghasilkan syn-propanethial-S-oxide. Zat volatil tersebut bergerak melalui udara menuju mata.
Ketika mengenai permukaan mata, zat tersebut mengaktifkan saraf sensorik. Tubuh kemudian merespons dengan menghasilkan air mata untuk membersihkan iritan tersebut. Jadi, menangis ketika memotong bawang sebenarnya adalah mekanisme perlindungan tubuh, bukan karena bawangnya terlalu "pedas" dalam arti rasa.
Mana Cara yang Paling Layak Dicoba?
Kalau ingin praktis, tidak perlu mencoba seluruh metode sekaligus.
Kombinasi yang paling masuk akal untuk dapur rumahan adalah dinginkan bawang sekitar 30 menit, gunakan pisau tajam, pertahankan bagian akar selama mungkin, potong secara perlahan, dan pastikan dapur memiliki ventilasi yang baik.
Jika mata Anda tetap sangat sensitif, gunakan goggles. Metode ini bekerja dengan prinsip paling sederhana: mencegah senyawa iritan bersentuhan langsung dengan mata.
Sebaliknya, beberapa trik populer seperti mengoleskan minyak pada pisau tidak memiliki dasar kuat untuk dianggap sebagai solusi efektif. McGill University mencatat bahwa kemungkinan minyak pada pisau memberikan dampak berarti terhadap senyawa pemicu air mata sangat kecil.
FAQ tentang Cara Memotong Bawang Tanpa Menangis
Apakah memasukkan bawang ke kulkas bisa mencegah air mata?
Bisa membantu mengurangi rasa perih, tetapi tidak selalu membuat seseorang 100 persen bebas menangis. Suhu dingin memperlambat reaksi dan pelepasan senyawa volatil dari bawang.
Berapa lama bawang harus didinginkan sebelum dipotong?
Sekitar 30 menit di dalam kulkas merupakan durasi yang sering direkomendasikan. Bawang cukup didinginkan dan tidak perlu dibekukan.
Apakah pisau tajam benar-benar mengurangi air mata?
Ya, pisau tajam dapat mengurangi kerusakan jaringan bawang. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa pemotongan dengan pisau tajam dan gerakan yang lebih lambat dapat mengurangi droplet pemicu air mata.
Apakah memotong bawang di dalam air aman?
Secara teori air dapat membantu menangkap atau melarutkan sebagian senyawa iritan. Namun, memotong dengan tangan dan pisau di dalam air dapat membuat proses lebih sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko cedera.
Apa cara paling efektif agar mata tidak terkena zat dari bawang?
Goggles yang menutup area mata secara rapat merupakan salah satu cara paling langsung karena menciptakan penghalang fisik antara mata dan senyawa iritan.
Penutup
Menangis saat memotong bawang ternyata bukan sekadar masalah dapur, melainkan hasil dari reaksi kimia yang cukup menarik. Begitu sel bawang rusak, senyawa volatil dilepaskan dan tubuh meresponsnya dengan air mata sebagai mekanisme perlindungan.
Daripada pasrah mencari tisu setiap kali menyiapkan tumisan, Anda bisa mulai dengan cara yang paling sederhana: dinginkan bawang, gunakan pisau tajam, jangan buru-buru, pertahankan bagian akar, dan perbaiki sirkulasi udara di dapur. Jika masih terasa perih, goggles bisa menjadi solusi yang jauh lebih efektif daripada trik-trik viral yang belum tentu terbukti.
Pada akhirnya, tidak ada satu metode yang menjamin setiap orang akan benar-benar bebas air mata. Namun, dengan menggabungkan beberapa cara tersebut, pengalaman memotong bawang bisa menjadi jauh lebih nyaman—dan kegiatan memasak pun tidak perlu selalu diawali dengan adegan menangis di depan talenan.
Jika artikel Njajan.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman kamu agar mereka juga tahu informasi ini.


Posting Komentar