Njajan.com - Menstruasi dapat membuat tubuh mengalami berbagai perubahan, mulai dari kram perut, mudah lelah, sakit kepala hingga perubahan suasana hati. Kondisi tersebut terkadang membuat sebagian perempuan lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman selama periode menstruasi.
Beberapa jenis makanan bahkan sengaja dihindari karena dianggap dapat membuat nyeri haid atau rasa tidak nyaman semakin parah. Namun, apakah semua makanan tersebut memang harus dihindari?
Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Gracia Merryane R.G. Rauw, Sp.OG, sebenarnya tidak ada makanan yang secara mutlak dilarang ketika seseorang sedang menstruasi. Meski begitu, ada sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi karena pada sebagian orang dapat memperburuk keluhan menstruasi.
Baca juga: Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini saat Sahur agar Kuat Puasa Seharian
Makanan yang Sebaiknya Dibatasi Saat Menstruasi
Salah satu jenis makanan yang perlu diperhatikan adalah makanan dengan kandungan garam tinggi. Konsumsi garam secara berlebihan dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga keluhan seperti kembung bisa terasa semakin mengganggu.
Makanan instan dan makanan ultra-proses juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Selain umumnya tinggi garam, makanan jenis ini dapat memiliki kandungan lemak dan gula yang cukup tinggi.
Asupan gula berlebihan juga perlu dibatasi. Makanan atau minuman manis dapat menyebabkan kadar gula darah naik dan turun dengan cepat. Kondisi tersebut pada sebagian orang bisa membuat energi dan suasana hati lebih mudah berubah selama menstruasi.
Selain itu, makanan tinggi lemak jenuh dan makanan yang digoreng juga sebaiknya tidak berlebihan. Kandungan tersebut dapat berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh dan pada sebagian perempuan berpotensi membuat nyeri menstruasi terasa lebih berat.
Makanan pedas juga bisa menjadi pemicu rasa tidak nyaman pada sebagian orang. Namun, efeknya tidak selalu sama pada setiap perempuan. Jika makanan pedas membuat perut terasa lebih bermasalah selama menstruasi, sebaiknya konsumsinya dikurangi.
Bagaimana dengan Kopi dan Matcha?
Kopi dan matcha sering dianggap sebagai minuman yang harus dihindari saat menstruasi karena sama-sama mengandung kafein.
Namun, menurut dr. Gracia, kopi maupun matcha tidak harus dihentikan sepenuhnya. Keduanya masih dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar selama tidak menimbulkan keluhan.
Artinya, kebutuhan setiap orang bisa berbeda. Jika setelah minum kopi atau matcha tubuh terasa lebih tidak nyaman, konsumsi kafein bisa dikurangi selama periode menstruasi.
Minuman beralkohol juga sebaiknya dibatasi. Konsumsi alkohol berpotensi membuat beberapa gejala menstruasi terasa lebih buruk sehingga lebih baik dihindari atau diminimalkan selama haid.
Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi
Alih-alih hanya fokus menghindari makanan tertentu, penting juga memperhatikan asupan nutrisi selama menstruasi.
Makanan yang kaya magnesium dapat menjadi salah satu pilihan. Magnesium berperan dalam membantu fungsi otot dan dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat kram. Beberapa sumber magnesium yang mudah ditemukan antara lain pisang, alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.
Asupan zat besi juga penting, terutama bagi perempuan yang mengalami menstruasi dengan perdarahan cukup banyak. Zat besi dapat diperoleh dari daging tanpa lemak, hati, bayam, dan kacang-kacangan.
Selain itu, konsumsi ikan yang mengandung omega-3 seperti salmon, sarden, dan tuna juga dapat menjadi pilihan. Omega-3 diketahui memiliki sifat antiinflamasi dan dapat membantu mengurangi keluhan nyeri pada sebagian perempuan.
Jangan lupa mencukupi kebutuhan cairan. Minum air yang cukup dapat membantu tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi risiko keluhan seperti lelah, sakit kepala, atau tubuh terasa kurang bugar.
Baca juga: 5 Makanan dan Minuman yang Dihindari Pilot dan Pramugari Saat di Pesawat
Tidak Semua Perempuan Mengalami Efek yang Sama
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah respons tubuh terhadap makanan saat menstruasi dapat berbeda-beda.
Ada perempuan yang merasa nyerinya bertambah setelah mengonsumsi kopi, makanan pedas, makanan manis, atau makanan berminyak. Namun, ada pula yang tetap dapat mengonsumsinya tanpa mengalami perubahan berarti.
Karena itu, tidak perlu membuat daftar pantangan yang terlalu ketat jika makanan tersebut tidak terbukti memperburuk kondisi tubuh. Yang lebih penting adalah mengenali respons tubuh masing-masing dan membatasi makanan atau minuman yang memang memicu keluhan.
Dengan menjaga pola makan seimbang, memenuhi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi, tubuh dapat tetap mendapatkan energi dan nutrisi yang dibutuhkan selama menstruasi.


Posting Komentar