NJAJAN.COM
Njajan.com adalah situs berita kuliner Indonesia terbaru dan viral di seluruh nusantara. Kami membahas tentang resep masakan rumahan, tempat makan murah enak, bisnis kuliner, makanan tradisional, makanan sehat, dan makanan viral.

Kisah Sukses Pengusaha Makaroni Hasilkan Rp 3 Miliar Per Bulan

Njajan.com - Usaha kuliner semakin digemari semua kalangan, tak terkecuali anak muda yang baru duduk di bangku kuliah. Kemandirian yang terbentuk selama menjalani hidup sebagai mahasiswa telah memotivasi mahasiswa untuk berbisnis wirausaha. Nah, salah satu yang mereka gemari adalah bisnis di bidang kuliner.

Njajan.com - Usaha kuliner semakin digemari semua kalangan, tak terkecuali anak muda yang baru duduk di bangku kuliah. Kemandirian yang terbentuk selama menjalani hidup sebagai mahasiswa telah memotivasi mahasiswa untuk berbisnis wirausaha. Nah, salah satu yang mereka gemari adalah bisnis di bidang kuliner.

Semua orang memang butuh makan dan minum. Hal ini menjadi kebutuhan pokok yang harus dipenuhi setiap harinya. Namun, di zaman serba digital ini makan menjadi ajang pamer di media sosial. Jadi, walau tidak lapar, orang-orang akan tetap makan-makanan ringan seperti jajanan, kemudian diunggah ke Instagram, Path, atau Facebook.


Ali Muharam membangun bisnis usaha kuliner dari nol

Kisah sukses Ali Muharam jualan Makaroni Ngehe (bintang.com)
Kisah sukses Ali Muharam jualan Makaroni Ngehe (bintang.com)


Melihat peluang bisnis di bidang makanan sangat besar, seorang pria bernama Ali Muharam memutuskan untuk memulai usaha kuliner makaroni pada tahun 2013. Dia memberanikan diri membuka usaha makanan ringan bernama Makaroni Ngehe dari hasil pinjam modal ke temannya sebesar Rp 20 juta.


Nama Makaroni Ngehe dipilih berdasarkan kisah hidupnya


Pemilihan nama Makaroni Ngehe sendiri ternyata karena perjuangan Ali Muharam selama membangun bisnis usaha dari nol. Menurutnya, nama Makaroni Ngehe dipilih karena perjalanan hidupnya yang sangat memprihatinkan.

Ali Muharam pernah menjadi Office Boy, penjual makanan, penjaga toko baju, tidak punya tempat tinggal, sering kelaparan karena tidak memiliki uang, dan lain-lain.

"Kenapa Makaroni Ngehe namanya? Karena fase-fase hidup saya yang ngehe banget, saya harus kelaparan, minum air keran, dimaki-maki atasan, dibodoh-bodohin depan orang banyak. Dari kehidupan ngehe itulah saya bertekad untuk memertahankan bisnis ini, menjaga sustainability-nya," kata Ali Muharam, seperti yang disadur dari Kompas.com (24/8/2017).

Makaroni Ngehe (pergikuliner.com)


Baca juga: Modal Rp 1,3 Juta Untuk Bisnis Cafe Susu, Sekarang Omzet Pemuda Ini Rp 250 Juta Per Bulan

Dia juga pernah kerja sebagai pemotong sayur yang jadwal kerjanya mulai dari jam 7 pagi sampai jam 7 malam. Saat itu, kerja selama 12 jam hanya dibayar Rp 5 ribu. 

Tidak hanya itu, dalam membangun bisnis Makaroni Ngehe, Ali Muharam juga harus tidur di outlet berukuran 2 x 3,5 meter bersama peralatan memasak, seperti kompor, penggorengan, dan bahan baku makanan.

Ali Muharam sengaja tidur di ruangan sempit untuk meminimalisir biaya pengeluaran. Pasalnya, dia juga harus mengembalikan uang pinjaman dari temannya sebesar Rp 20 juta. Uang tersebut harus dicicil setiap bulan, jika dia menggunakan uang untuk sewa kos atau kontrakan, tentunya akan banyak biaya terbuang.

"Setiap habis operasional jam 22.00 WIB saya bersihkan lumuran minyak, saya pel, kemudian pakai alas kertas roti dan tumpukan selimut untuk tidur setiap harinya," cerita Ali.


Ali Muharam jadikan perjuangan hidupnya sebagai motivasi


Pria berusia 31 tahun ini mengaku sering diragukan oleh orang lain terkait bisnisnya di bidang kuliner. Namun, segala keraguan dan pandangan sebelah mata dari orang lain, justru dia jadikan motivasi untuk mengembangkan bisnis Makaroni Ngehe.

"Semakin saya diragukan, semakin kuat saya ingin membuktikan," tegas Ali.


Usaha Makaroni Ngehe sukses raup omzet Rp 3 miliar per bulan

Ali Muharam sudah sukses usaha Makaroni Ngehe (bintang.com)
Ali Muharam sudah sukses usaha Makaroni Ngehe (bintang.com)


Sekarang, usaha Makaroni Ngehe sudah merambah ke berbagai kota, di antaranya Yogyakarta, Bandung, Bekasi, Tangeran, Depok, Bogor, hingga Jakarta. Selain itu, kini Ali Muharam mampu menghabiskan makaroni hingga 30 ton per bulan.

Sampai saat ini sudah ada 30 outlet Makaroni Ngehe yang rata-rata menghasilkan Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per hari. Padahal, dulu saat punya satu outlet, Ali Muharam hanya mampu mendapatkan omzet Rp 30 ribu per hari. Meskipun begitu, sekarang dari 30 outlet tadi, Ali Muharam sudah mampu meraup omzet hingga Rp 3 miliar per bulan.

"Dulu awal-awal satu outlet omzetnya Rp 30.000 per hari, kini sudah ada 30 outlet dan rata-rata Rp 3 sampai 5 juta, kalau total kurang lebih Rp 3 miliar per bulan," ungkap Ali.


Ali Muharam gaji karyawan pakai amplop


Ali Muharam juga membuka lapangan kerja usaha makaroni hingga 400 karyawan. Semua pekerja tersebut digaji secara konvensional. Ya, walaupun sekarang banyak perusahaan yang menjalakan sistem gaji dengan cara transfer bank, tapi Ali Muharam tetap memakai cara konvensional dengan cara menggaji karyawan langsung lewat amplop.

Menurutnya gaji karyawan pakai amplop mempunyai nilai lebih, seperti langsung bertatap muka dengan karyawan sehingga mereka bisa melakukan canda tawa dan menjalin hubungan yang baik antara karyawan serta bos.

Saat ini, Ali Muharam membuka cabang baru bernama Makaroni Ngehe Premium yang outletnya ditempatkan di mall atau pusat perbelanjaan di Jakarta dan Yogyakarta.

Semoga kisah sukses bisnis usaha Makaroni Ngehe bisa memotivasi Anda untuk berjuang lebih keras dari Ali Muharam. Omzet Rp 3 miliar bisa didapat dari perjuangan yang sangat berat. Jika Anda merasa penghasilan usaha Anda masih pas-pasan, mungkin perjuangan Anda perlu ditingkatkan lagi.

Jadikan kisah inspirasi berjualan Makaroni Ngehe sebagai motivasi dagang setiap hari. Jika semangat sedang down, maka bacalah kisah sukses Ali Muharam sebagai penjual Makaroni Ngehe, agar semangat bisnis Anda berkobar lagi.

Jika artikel Njajan.com bermanfaat, jangan lupa like dan share ke teman-teman kalian. Terima kasih.

Posting Komentar