Mengapa Jajanan Cilok, Cireng, Cimol, dan Seblak Bikin Ketagihan?


Njajan.com - Di penghujung tahun 2017 ini diketahui banyak sekali jajanan baru yang sering disebut sebagai jajanan kekinian atau makanan kekinian. Hampir semua jajanan tradisional tergeser kepopulerannya, tapi mengapa jajanan Cilok, Cireng, Cimol, dan Seblak tak pernah tergantikan dan bikin orang ketagihan?

Ternyata jajanan tradisional tersebut mempunyai ikatan kuat dengan masyarakat di Indonesia. Dari tahun ke tahun, semua kalangan dari berbagai usia gemar menyantap Cilok, Pentol, Cireng, Cimol, Batagor dan Seblak. Jajanan ini tersebar ke seluruh wilayah di Indonesia, bahkan hampir merata di setiap jalan dan gang-gang sempit.

Pengamatan Chef Odie Djamil tentang jajanan tradisional


Dalam hal ini Chef Odie Djamil juga turut memberikan tanggapan. Menurutnya, kuliner yang hits dan populer di masyarakat Indonesia terbagi menjadi dua yaitu kuliner tradisional yang tampilannya baru atau kekinian dan kuliner benar-benar hasil kreasi kekinian.

Dari dua kategori kuliner tadi, ternyata yang mempunyai potensi besar untuk tetap eksis di tahun-tahun berikutnya adalah kuliner tradisional.

Baca juga: 20 Kebiasaan Unik Cara Makan Orang Indonesia yang Tak Dilakukan di Negara Lain

"Justru yang long lasting itu makanan klasik. Kenapa jajanan tradisional selalu jadi tren karena sehari-hari orang memang cari itu, memang camilannya mereka," kata Chef Odie yang juga pemilik restoran Maple & Oak, seperti yang dikutip dari DetikFood (15/12/2017).

Chef Odie Djamil menambahkan bahwa kuliner tradisional mempunyai rasa yang familiar di lidah orang Indonesia. Selain itu, jajanan jadul ini mudah ditemukan di mana saja dan harganya sangat terjangkau.

Pentol (pengusahasukses.com)
Pentol (pengusahasukses.com)

"Orang kan dari dulu memang jajannya cilok, cireng, seblak, sekarang ada tahu bulat. Siapa yang enggak suka tahu coba? Ada tahu bentuk baru, rasanya tetap tahu ya pasti diburu," lanjut Chef Odie.

Sebenarnya yang terpenting adalah rasa. Walaupun tampilan jajanan tradisional sudah berubah menjadi makanan kekinian, tapi sebisa mungkin tetap mempunyai citarasa yang sama dengan sebelumnya.

Ya, meski jajanan tradisional sudah berevolusi dengan kreasi kekinian, tapi kalau sensasi rasa dan teksturnya tidak berubah, maka warga akan tetap setia memburu jajanan tersebut.

Baca juga: 27 Jajanan Zaman SD Generasi 90-an yang Bikin Masa Kecil Bahagia

Selera makanan orang Indonesia


Tak hanya itu, Chef Odie Djamil juga membeberkan kriteria selera makanan orang Indonesia terhadap kuliner baru. Menurut pengamatannya, orang Indonesia lebih suka makanan yang rasanya manis, bertekstur fluffy, dan makanan renyah.

"Kalau mau jualan kuliner baru, harus paham dulu sama selera pasar. Baca market sebelum buka usaha, yang orang suka apa, harganya gimana. Kalau sudah tau pasti laris dan jadi tren kuliner," bebernya.

Namun, Anda juga harus waspada terhadap sirkulasi tren kuliner kekinian yang sangat cepat. Misalnya, bulan ini jajanan baru yang lagi tren adalah Tahu Bulat, bulan-bulan berikutnya sudah ganti lagi ke Bola-bola Ubi, dan lain-lain.

Jadi, intinya tidak ada tren kuliner yang aman. Semuanya terus berganti.

Jika artikel Njajan.com bermanfaat, jangan lupa like dan share ke teman-teman kalian. Terima kasih.


Mengapa Jajanan Cilok, Cireng, Cimol, dan Seblak Bikin Ketagihan? Mengapa Jajanan Cilok, Cireng, Cimol, dan Seblak Bikin Ketagihan? Reviewed by Njajan on December 21, 2017 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.