NJAJAN.COM
Njajan.com adalah situs berita kuliner Indonesia terbaru dan viral di seluruh nusantara. Kami membahas tentang resep masakan rumahan, tempat makan murah enak, bisnis kuliner, makanan tradisional, makanan sehat, dan makanan viral.

Kedai Kopi Pertama di Dunia Sejak Tahun 1554

Kedai kopi di dunia sudah tidak terhitung jumlahnya. Apalagi sekarang minuman kopi sedang populer, tentu bisnis coffee shop atau warung kopi semakin bertambah. Saat jumlah usaha kopi meningkat, kira-kira di mana dan kapan kedai kopi pertama di dunia mulai didirikan?
Kedai Kopi Kiva Han 1554 Pertama di Dunia (entrecafeseviagens.com)

Njajan.com - Kedai kopi di dunia sudah tidak terhitung jumlahnya.  Apalagi sekarang minuman kopi sedang populer, tentu bisnis coffee shop atau warung kopi semakin bertambah. Saat jumlah usaha kopi meningkat, kira-kira di mana dan kapan kedai kopi pertama di dunia mulai didirikan?

Ternyata lahirnya kedai kopi atau warung kopi pertama di dunia sudah sejak tahun 1554. Bayangkan, dulu kemungkinan warga di Indonesia masih merdeka dan belum dijajah. Sehingga, warga masih sempat untuk ngopi atau mampir ke kedai kopi. Kalau saat dijajah, jangankan ngopi, mau makan minum saja sangat susah.

Baca juga: 6 Kafe Modern yang Menyediakan Minuman Tradisional Kekinian di Jakarta

Nah, sekarang mari bernostalgia dengan kedai kopi pertama di dunia. Jadi penasaran, apakah kopi di zaman dulu dimasak dengan mesin tertentu atau masih tradisional? Lantas, apakah ada berbagai varian rasa kopi di tahun 1554 atau cuma kopi hitam pahit?

Tanaman Kopi Ditemukan Pertama Kali


Adanya kedai kopi tentu tak terlepas dari penemuan tanaman kopi. Sejak ditemukan tanaman kopi di abad 11 tepatnya di Ethiopia, semua orang seakan terpikat dengan minuman kopi. Sejak saat itu, kopi langsung tersebar ke negara-negara lain.

Ya, Turkishcoffeeworld.com (18/9/2019) menjelaskan bahwa tanaman kopi pertama kali ditemukan di Ethiopia pada abad 11. 

Tumbuhan kopi memiliki bunga putih yang harumnya mirip melati. Sedangkan buahnya merah mirip cherry. Bahkan bagian daun tanaman kopi juga sempat dimanfaatkan sebagai obat.

Saat itu daun dari tanaman kopi direbus dalam air hingga menghasilkan ramuan mirip obat. Secara perlahan, tanaman kopi semakin banyak dikenal orang dan menyebar ke berbagai negara. 

Yaman yang ada di Jazirah Arab menjadi salah satu penggemar kopi. Perjalanan kopi berlanjut dari Yaman sampai ke Istanbul, Turki yang dulu namanya masih Konstantinopel.

Pada tahun 1554, tanaman kopi hadir pada masa pemerintahan Sultan Suleiman. Perkembangan kopi begitu pesat. Di Istana Ottoman terdapat metode baru menikmati kopi. 

Jadi, biji kopi dipanggang di atas api, ditumbuk halus, lalu direbus perlahan dengan air di atas api arang. Sampai sekarang cara mengolah kopi seperti ini masih terus dilestarikan. Mungkin kakek nenek Anda masih menggunakan metode serupa dalam membuat kopi bubuk. 

Kedai Kopi Pertama dan Tertua di Dunia

Kedai Kopi Pertama di Seluruh Dunia (kahvve.com)
Kedai Kopi Pertama di Seluruh Dunia (kahvve.com)


Tak berselang lama, kopi menjadi bagian penting dalam sajian di Istana Ottoman dan popularitasnya sampai ke seluruh negeri. Bahkan, saat itu sampai muncul profesi pembuat kopi bernama kahvecibaşı. 

Tahukah Anda, tugas kahvecibaşı yakni menyajikan kopi untuk Sultan atau tamunya. Siapapun yang menjadi kahvecibaşı merupakan sosok yang setia dan memiliki kepandaian menjaga rahasia.

Masyarakat biasa di Konstantinopel juga mulai mengenal kopi. Sebagian dari mereka mulai membeli biji kopi untuk dipanggang sendiri di rumah. 

Biji kopi yang sudah ditumbuk halus hingga menjadi bubuk akan diseduh. Dulu nama minuman tersebut dikenal dengan sebutan cezve.

Pada tahun 1554 muncul kedai kopi pertama di Konstantinopel yang lantas diketahui sebagai kedai kopi pertama di dunia. 

Ada sumber lain yang menyebut kedai kopi ini bahkan kemungkinan sudah buka sejak tahun 1475. Nama kedai kopi tersebut Kiva Han yang berlokasi di distrik Tahtakale. Kiva Han menginspirasi munculnya kedai kopi yang lain.

Cafe Kiva Han


Kedai kopi Kiva Han dan kedai lainnya menjadi bagian penting dari budaya sosial masyarakat Konstantinopel atau Istanbul. Setiap hari orang-orang akan berdatangan ke kedai kopi. Selain minum kopi, kedai kopi rupanya memiliki fungsi sosial lain.

Pengunjung datang ke kedai kopi Kiva Han untuk membaca buku dan teks-teks indah lain. Ada juga pengunjung yang bermain catur hingga mendiskusikan puisi serta sastra. 

Sejak saat itu budaya kopi Turki mulai menyebar ke negara Eropa lain dan pada akhirnya ke banyak negara di seluruh dunia.

Sampai sekarang nama Kiva Han masih dipakai sebagai nama kedai kopi di Istanbul. Bahkan, nama Kiva Han sudah dipatenkan demi mempertahankan rasa dan kualitas kopi yang disajikan di kedai kopi tersebut dari dulu hingga sekarang.

Kiva Han di Zaman Sekarang


Saat ini nama Kiva Han diperjelas menjadi 'Kiva Han Istanbul 1554'. Warung kopi ini menawarkan beberapa produk, seperti Single Origin Coffees, Coffee Blends, Turkish Coffee, Powder Drinks, dan peralatan membuat kopi. 

Kiva Han menawar produk yang tidak main-main karena mengusung nama besar yang sudah eksis sejak ratusan tahun lalu.

Seperti yang disampaikan situs resmi Kivahan.com (18/9/2019), Kiva Han hanya menyajikan biji kopi kualitas terbaik. Kriteria yang dipatok harus mendapat nilai 84 di ajang tahunan Cup of Excellence. Bahkan biji kopi Kiva Han dinilai para pakar dari berbagai aspek.

Kiva Han juga menjual Turkish Coffee yang menggunakan 100 persen biji kopi Arabica. Varian kopi di Kiva Han antara lain Gum Mastic, Cardamom, Locust Bean, dan Ginseng Turkish Coffee. Semua menu kopi di Kiva Han dibuat 100 persen alami tanpa aroma atau pemanis tambahan.

Baca juga: 10 Kopi Artis Indonesia, Kopi Lucinta Luna Paling Kontroversial

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui kedai kopi pertama di dunia. Sayang, zaman dulu mungkin belum ada yang mengabadikan kedai kopi Kiva Han menggunakan kamera. Sehingga, kita sekarang bisa menyaksikan warung kopi pertama di dunia melalui lukisan.

Kalau dihitung-hitung, kira-kira berapa usia kedai kopi Kiva Han yang berdiri sejak tahun 1554? Kurang lebih, cafe tertua di dunia tersebut sudah berusia 465 tahun. 

Jika artikel Njajan.com bermanfaat, jangan lupa bagikan ke teman-teman yang lain. Terima kasih.

Posting Komentar